Mahluk itu merangkak keluar
menerobos sunyiku
begitu perlahan
Diantara retakan kecewa dihati
mahluk itu mencelah disalah satunya
menyeruah dan berbentuk amarah
lekat kupandang mahluk itu
sama persis denganku
ah tidak…
dia memegang secarij kertas bercoretkan tinta biru
pelan dia tunjukan
tanpa ragu membagi menjadi bagian kecil tak beraturan
dan menerbangkan dalam angin
aku ingat,mahluk itu menunjukan namamu