Satu kusebut sebagai Tuhan
Pemerhati segala angka
Pemberi semua nilai
Perjalanan aku menyebutnya Dua
Dua sisi selalu beriring
baik-buruk , sudah-senang
Tiga aku berikan pada Cinta
Kenapa 3?
Entahlah, mungkin cinta tak akan ada bila ada 3
Untuk dirimu sendiri kau beri apa?
Hanya nol yang akan kulabelkan
dalam kekosongan diri
bersama pencarian isi
hanya kosong yang kucari
bukankah kosong adalah abadi?
miss-bawell berkata,
Maret 18, 2009 @ 8:37 am
puisinya baguss mbak….