Aku hanyalah sampah
diantara serpihan hati kemelaratan
didalam bulir-bulir air mata
Aku berjalan menuju sampah
menyembah berhala politik dan hukum
aku menunggu sari
inti hidup sebuah bangsa
Aku bersuara parau
berbayar rupiah puluhan ribu
atau serobek kain bergambar berhala
berhala politik dan hukum
9 april bertajuk demokrasi
aku masih belum menemukan makna
makna merdeka dari seorang sampah
Aku diharuskan bersuara
diikat dan didustakan
dijagal obrolan sampah
paksa aku semampu dayamu
aku masih pada diriku
Aku Golongan Putih
MADAGUMILANG berkata,
Maret 26, 2009 @ 8:08 am
memutih
tak apa
asal
tak sedang nunggu
diwarnai
salam kenal
sulaiman berkata,
Maret 26, 2009 @ 8:25 am
nilailah diri lebih mulia, hayati kemerdekaan untuk menjalaini kehidupan seorang aulia, walaupun masih muda belia.